Belajar Memahami Kekuasaan Otoriter dari Novel Animal Farm

Ilustrasi Animal Farm tentang kekuasaan otoriter

 

Memang belum banyak novel yang saya baca namun novel sastra Animal Farm adalah yang terbaik sejauh ini.

George Orwell mengemas sebuah cerita satire untuk saviet pada perang dunia ke 2 dengan menganalogikan sebuah peternakan hewan yang didalamnya mengisahkan bagaimana hewan-hewan peternakan tersebut mengambil alih kekuasaan peternakan dari petani yang bernama Pak Jones dengan dipimpin oleh para babi. 

Para babi inilah yang akan memimpin bagaimana peternakan tersebut berjalan setelah Pak Jones dan istrinya diusir dari peternakan.

Dengan membaca buku ini saya mendapatkan sebuah gambaran bagaimana sebuah kekuasaan otoriter dibentuk dan dipupuk supaya terus berkuasa. Memang pada awal pemberontakan atau revolusi semuanya mengatasnamakan kesetaraan dan kesama rataan, namun pada akhirnya menurut cerita dari buku ini menghasilkan sebuah kekuasaan absolut jika masyarakatnya terus bodoh.

Kita akan mendapatkan gambaran dari sebuah kekuasaan otoriter menurut novel Animal Farm adalah sebagai berikut;

Masyarakat dipaksa tetap bodoh sehingga tidak bisa melawan.

Memang ada hewan yang jenius didalam novel ini, namun karena ketidak pedulian dia membuat hewan-hewan yang bodoh mudah direkayasa oleh para babi ini. Apapun yang dikatakan para babi mereka selalu percaya.

Selalu menyalahkan pihak lain.

Ini adalah salah satu cara supaya masyarakat tetap percaya pada penguasa bahwa ada pihak lain yang berusaha mengintervensi wilayah mereka. Padahal yang terjadi adalah penguasa tersebut enggan untuk disalahkan dan berusaha melempar tanggung jawab dengan menyalahkan ke pihak lain.

Masyarakat terus bekerja keras namun seiring waktu kondisi hidupnya tidak pernah berubah dan dicampakkan ketika sudah tidak berguna.

Ada karakter yang menggambarkan hal ini pada novel Animal Farm. Dia menjadi tulang punggung di peternakan yang sering diandalkan pada saat bertani dan membangun apapun. Dia percaya bahwa dia harus bekerja keras karena sangat percaya pada penguasa, namun sayangnya dia terlalu bodoh sehingga mudah dikelabui oleh penguasa.

Penguasa mempropagandakan hal baik tentang pemerintahannya.

Mempropagandakan bahwa berbagai sektor selalu baik-baik saja adalah bertujuan untuk masyarakat selalu merasa aman dan tetap terus bekerja tanpa memikirkan nasib mereka kedepannya. Padahal yang ada adalah ketimpangan sosial dibaliknya. Penguasa merasakan hasil dari kerja keras masyarakatnya dan masyarakatnya bekerja tanpa menyadari apa yang mereka hasilkan dikorupsi oleh para penguasa dan nasib mereka tidak pernah berubah bahkan terus menurun. Dikarenakan adanya propaganda ini maka masyarakat diyakinkan bahwa kemarin dan sekarang nasib mereka naik namun yang ada adalah terus menurun.

Masih banyak gambaran yang bisa kita ambil dari novel Animal Farm. Kalian bisa membacanya langsung sehingga bisa mendapatkan gambaran utuh dari cerita novel Animal Farm tersebut.

Jujur setelah saya membaca novel ini menggugah saya bahwa tindak-tanduk penguasa tidak sesederhana itu. Banyak hal yang tidak disadari yang ternyata aspek tersebut benar-benar penting terhadap kelangsungan suatu negara. Ini membuat tersadar untuk membuat diri saya lebih peka, lebih cerdas, dan berusaha membuat saya untuk trus kritis terhadap apapun kebijakan yang diambil oleh penguasa. 

Jika kamu mau beli novelnya. Kamu bisa klik link dibawah ini. Terima kasih sudah membaca artikel ini yang sepenuhnya pendapat saya terhadap novel sastra Animal Farm ini.

Beli novel Animal Farm

Rhendrik Rian
Rhendrik Rian I was born, I was raised for this!

Posting Komentar untuk "Belajar Memahami Kekuasaan Otoriter dari Novel Animal Farm"